Cerita Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Posted by blog Minggu, 13 Oktober 2013 0 komentar
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan


Waktu berlalu sangat cepat , sudah 2 minggu aku menjalani hubunganku dengan pacarku , dia bernama Fatir . Aku sangat sayang sama dia , begitu juga sebaliknya . Dia baik , manis , keren , pinter breakdance pula . Oh iya , aku juga punya 3 sahabat yang bisa ngertiin aku , yaitu , Kirana , Ayu dan Rizal . Nah , kebetulan , diantara kita yg jomblo itu aku . Kirana sama Rizal , Ayu sama Bimo . Aku ? I don’t know . Sahabatku adalah penyemangatku , saat aku sedih , mereka selalu ada buat aku , kami kompak , kami gak gampang percaya omongan jelek dari orang lain yg hampir merusak persahabatan kita .

Kembali ke pacarku , Fatir , beberapa hari ini , kami ada sedikit konflik hingga akhirnya kami putus pas 3 minggunya kami . Semenjak itu , aku sangat susah buat ngelupain Fatir , gak ada seorangpun yg merubah perasaanku ke dia , padahal , aku udah berusaha sebisaku untuk melupakan dia . Gimana lagi ? Bagaimanapun , aku harus melupakan dia ! Sahabatku selalu bilang”Sabar ndin , sabar!Jangan emosi klo liat dia sama cewek lain.”aku pun selalu mengikuti kata*mereka .

Suatu hari , sahabatku Rizal punya sahabat namanya Dhana . Dia baik , keren , suka nggombal , pokoknya sifatnya kebanyakan lucu , gokil deh . Gak tau kenapa , cuman gara*aku deket sama dhana sebagai temen , si Rizal malah jodoh*in aku sama Dhana .
“Ndin , tuh Dhana!”kata Rizal kepadaku
“So?Trus gue harus bilang WOW gitu ?”Jawabku dengan nada bercanda.
“Hmm,,Kamu tuh cocok bangeet sama Dhana . Sumpah deh !”
“Huuushh .. Jangan aneh*deh!”
“Aku serius! Udaaah , jadian sana .”
“Apaan sih ?Udah deh no , kok jadi bahas dia sih ? Tapi , kok bisa cocok ? Cocok dari mana ?”
“Pokoknya cocok daripada sama Fatir . Kurang perhatian .”
“Halaah , udah dulu deh . Bye!”Kataku sambil mengakhiri percakapanku dengan Rizal.
Terus-terusan si Rizal,Kirana dana Ayu jodoh*in aku sama Dhana , padahal kita deket cuman sebates temen biasa . Maklum , sama-sama jomblo , jadi dikacangin deh sama Kirana & Rizal . Aku kira , dia juga ada rasa sama aku . Lama kelamaan , aku beneran suka deh . Pas aku online di FB , Dhana juga paslagi online . Aku sama Dhana bercanda*an gitu di chat .

“Minta nomernya Fatir dong ? Kamu kan mantannya.”
“Hmm..Iyaiyaa , nih *nomer Fatir*
“Sipp , masih disimpen aja nomernya ?”
“Masak mau dihapus ?”
“Masih sayang ya?”Tanya Dhana
“Sayang siapa ?”Balasku dengan nada bercanda
“Fatir lah”Jawabnyaku
“haha , iya gak yaa ?”
“Yakin ??”
“Tanya Kirana aja sana ! ”
“Gak ah , Karina itu klo ngomog sm aku ruwet aja.”
“hahahaha ,, eh status kamu nggombal aja tuh”
“wkwkwk ,, kan gak boleh galau !”
“Bisa aja kamu ?? Apa gunanya GALAU !!”Semangatnya.Aku dan Dhana terus bercanda , disitulah aku langsung tau sifatnya.Aku mulai suka sama dia waktu itu . Tapi sayangnya , dia udah suka sama kakak kelas kita , namanya Tata . Dhana itu tipe cowok yg setia dan gak mungkin aku maksain dia buat suka sama aku . Aku nge-Add FBnya kakak kelas yg disukai dhana itu . Eh , dia malah nanya*tentang Dhana , yah , aku rela lah demi orang yg kita sayang .

“Dek ,, kamu temennya dhana kan ?”Tanya kak Tata
“Iyaa kak , kenapa?”aku balik bertanya
“Aku mau tanya , tapi kamu jangan bilang Dhana ya ?”
“Iyaa kak , apa ?”
“Dhana itu anaknya gimana sih ?”Langsung deh , hatiku hancur pas ditanya gitu . Dengan jujur aku menjawab”Dhana itu lucu kak , agak lucu tapi seru , baik juga kak . Kakak suka Dhana yaa ?”Tanyaku nggak ikhlas .
“hahahaha ,, enggak*dek …. Aku lagi deket aja sama dia .”JLEB !
“Kok nggak jadian aja kak?”
“hahahaha ,, nggak tau dekk. Menurutmu dia cowok setia nggak ?”
“Setia kok dia kak.”
“Beneran ? Jangan karna kamu temennya terus kamu baik*in dia lho ya dek.”Aaarrgghh :@ cerewet banget nih orang #sabaaaar# . Lalu aku jawab,”Enggak kok kak , beneran.”Akhirnya aku selesai chat sama dia , sampai besok , aku masih ngerasain sakiit hatiku waktu kak Tata nanya gitu . Tp aku cuma bisa sabaar & tabah , walau sebenernya gak bisa nerima kenyataan PAHIT ini ! Mungkin gak lama lagi , Dhana nembak kak Tata dan jadian deh ~ Tapii ,, aku yakin , mereka nggak selamanya . Dan buat aku bakal indah PADA WAKTUNYA . Tapi untuk kali ini , aku bener2 ngerasain sakit hati yg dalam . Cintaku bertepuk sebelah tangan .


Cerita cinta yang mengarukan dan menyedihkan diatas bukanlah pengalaman pribadi saya, akan tetapi saya dapat dari sumber yang tercantum di akhir postingan ini. Dengan saya menghadirkan Cerpen Cinta bertepuk sebelah tangan tersebut diatas, diharapkan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi para pembaca semua, agar supaya hubungan asmara kita tidak sampai seperti cerita cinta diatas. 

Baca Selengkapnya ....

Menyesal Karena Bertemu Mantan

Posted by blog Rabu, 09 Oktober 2013 0 komentar
Namaku Sofia, dulu aku adalah gadis yang ceria dan punya banyak teman. Mereka menyenangkan, dan aku juga bahagia berada di tengah mereka. Kata mereka, aku adalah teman yang sangat baik dan selalu ada di saat mereka membutuhkan. Baik suka maupun duka. Tak heran kalau banyak juga yang sangat baik dan sayang padaku.
Setidaknya, hari-hariku sangat bahagia sebelum ada nama itu muncul. Sebelum nama itu mengacaukan hidupku, dan membuat semua orang yang sayang padaku berubah memusuhiku...
***


"Aku Gerry," katanya sambil mengulurkan tangan dan menjabatku dengan hangat. Kami berkenalan di sebuah cafe sore itu. Aku sendiri sedang menghabiskan waktu saja, menunggu hujan agak reda sambil menikmati secangkir hot chocolate. Lantas ia mendadak berdiri di depanku dengan sopan mengulurkan tangannya.
Sepanjang sore kemudian ia menemaniku hingga hujan benar-benar reda. Namun karena kami masih asyik ngobrol, aku sudah tak peduli lagi apakah di luar sana hujan masih turun atau tidak. Aku larut dalam kehangatan kepribadiannya dan canda tawa kami yang seperti sudah kenal 10 tahun lamanya.
"Kapan kita bisa ketemu lagi?"
"Hmmm... entahlah. Mungkin kalau memang ditakdirkan nunggu hujan lagi kita bakalan ketemu," candaku.
"Ah, kelamaan. Siniin dan handphone kamu..." Diambilnya handphoneku dari tanganku. Disimpannya nomernya di sana, dan kemudian juga di dalam ponselnya. Aku hanya ternganga. Jarang kutemui pria yang spontan dan penuh percaya diri sepertinya.
"Ah... eumm.. ok deh see you next time," ujarku tersipu. Akupun melangkah pergi dan berpura-pura sedang terburu-buru. Aku kalah 1-0. Aku belum pernah menemukan pria yang bisa mengimbangiku seperti ini.
***
"Sudah belum?" tanyaku. Mataku ditutup dengan secarik kain sedari tadi. Membuatku bertanya-tanya, ke mana sih Gerry membawaku. Aku tak sabar dengan apa yang akan disiapkannya hari itu.
"Sabar dong ah... keburu-buru amat. Sebentar lagi kita sampai," sambil tertawa ia membuatku makin penasaran.
Dan ternyata kami tiba di sebuah lokasi. Cukup tenang karena sepertinya tak banyak orang di sana. Yang kudengar adalah alunan lagu romantis dengan aroma cokelat pekat mengelilingi ruangan. "Nah sekarang kamu boleh membuka mata kamu..."
Aku tersipu (lagi). Aku berada di cafe pertama kali kami bertemu 4 bulan yang lalu. Dan di tempat yang sama ini, sengaja ia persiapkan dengan manis. Semua tempat dihiasi bunga, balon dan juga hanya ada kami berdua serta beberapa pegawai cafe saja.
"Kamu gila," aku tertawa dan wajahku mulai memerah. Dan seperti dugaanku, kemudian ia berlutut mengucapkan cinta padaku. Memintaku untuk menjadi kekasihnya.
"Iya, aku mau..." kataku waktu itu.
***
Semenjak pertemuanku dengan Gerry, aku nyaris selalu menghabiskan waktuku setiap hari dengannya. Aku lupa akan janji-janji yang kubuat dengan sahabat-sahabatku. Sampai mereka cukup hapal bahwa janjiku akan kulewatkan lagi.
Dan kali ini adalah ulang tahun sahabatku, Via. Yang mana biasanya aku selalu menyiapkan kejutan untuknya.
"Ke mana kamu kemarin?" tanya Sari.
"Eh, kenapa Sar? Kamu nyari aku?"
"Ada apa sih dengan kamu? Sejak kamu dengan Gerry kamu melupakan banyak hal yang penting. Ulang tahun Via kemarin rasanya garing dan dia kecewa karena kamu melupakannya. Kamu berubah banget Sof," kata Sari lagi.
"Oh, maaf yang itu. Nanti aku akan mencarikan kado untuknya sebagai tebusan penyesalanku..."
"Aku nggak perlu kado darimu Sof. Aku nggak matre. Aku cuma pengen kamu hadir aja sebagai sahabat, seperti biasanya. Dan itu cukup untukku!" mendadak suara Via mengagetkanku. Aku tersadar, aku melewatkan hari penting yang bagi sahabatku. Namun kemudian, aku melangkah pergi saat merasa permintaan maafku tidak ditanggapi.
***
"Kamu ke mana sih? PING!!" pesanku tak kunjung dibalas oleh Gerry. Sudah sejak semalaman ia menghilang tak membalas satupun pesanku. Dan hal itu sebenarnya sudah terjadi berulang sejak minggu lalu. Ia sering menghilang atau membalas pesanku sangat lama. Katanya sih ia sibuk, tetapi apa iya dia sesibuk itu?
Aku ingin kamu berkemas dan kita berlibur. Maaf ya aku sangat sibuk belakangan ini. Makanya aku pengen nebus kesalahanku dengan ngajak kamu berlibur 3 hari aja kok - Gerry
Tak lama kemudian pesanku dibalas dengan hal yang membuatku tersipu. Tak berpikir panjang aku berkemas. Dan bahkan aku berbohong pada kedua orang tuaku akan hal ini. Aku tak ingin mereka melarangku pergi dengan kekasihku.
"Kita ke mana?"
"Ke pulau seribu. Kamu pasti senang, kita bisa diving, main di pantai, dinner romantis, menikmati matahari terbenam..." katanya santai dan hangat seperti biasanya. Aku semakin bersemangat. Aku salah telah mencurigainya kemarin, ternyata ia memang sibuk.
Sesampainya di cottage aku diantar ke kamar cottage. Sebuah kamar yang manis di tepi pantai, jauh dari keramaian. Hanya akan ada aku dan Gerry saja di sana. Dan langkahku terhenti setelah masuk ke dalam kamar.
"Kenapa ranjangnya cuma ada satu?"
"Memangnya kamu mau tidur terpisah dari aku?" kata Gerry santai seolah tak membutuhkan jawaban atas pertanyaannya. Ia kemudian segera berganti pakaian dan menggandeng tanganku ke pantai.
Aku masih terdiam. Bagaimana nanti malam ya? Hmmm... semoga bukan kejadian seperti itu yang kubayangkan.
***
"Kamu kenapa?" kata Gerry lembut sambil menyentuh pipiku. "Takut?" tanyanya lagi. Ia kemudian memelukku hangat dan mencoba menenangkan aku. Ia meyakinkan bahwa ia sangat mencintai dan menyayangiku. Sampai akhirnya apa yang kutakutkan benar-benar terjadi malam itu.
Namun, demi cintaku padanya. Semua kurelakan hanya untuknya. Hanya untuk Gerry. Seorang pria yang kukenal tak lebih dari 8 bulan lamanya...
***
"Kita harus ketemu nih Ger," kataku via pesan di BBM.
"Kenapa? aku sibuk nih? Ngomong aja lah dulu di BBM, sayang," paksanya.
Mengumpulkan seluruh keberanian, kemudian aku mengatakan, "aku telat 3 minggu Ger :(" Aku berhenti mengetik dan menunggu balasannya.
Gerry: is writing a message...
Lama sekali hanya muncul pesan itu lantas mendadak kontaknya hilang dari BBku. Aku yang dari posisi bersandar di tempat tidur kemudian kaget. Aku langsung bangun dan menekan tombol nomor telpon Gerry, yang kemudian kuketahui nomor tersebut tidak bisa dihubungi. Aku kalut. Aku langsung mengambil tas dan dompet, bergegas keluar rumah ingin mencari Gerry.
Tetapi aku bingung, harus mencari Gerry ke mana? Ia sendiri jarang bercerita tentang kegiatannya. Alamat pasti tempat tinggalnya juga aku tak tahu. Lantas ke mana aku harus pergi?
Aku yang berderai air mata, memanggil taksi dan mendadak malah muncul di rumah Via.
"Viaaa... kamu harus tolongin aku Vi. Tolongin aku..." tangisku sejadi-jadinya sesampainya aku di sana. Aku kemudian malah tak jadi bercerita, namun tenggelam dalam tangisan hingga berjam-jam lamanya. Ditenangkan oleh sahabatku, akhirnya akupun bercerita satu demi satu kejadian yang menimpaku.
***
"Selamat ya bu, anaknya laki-laki," kata seorang suster padaku sambil menyerahkan sosok mungil itu di tanganku. Aku memutuskan melahirkannya, buah hatiku yang bapaknya entah menghilang ke mana.
Lewat dukungan orang tua dan sahabat-sahabatku, mereka menguatkan aku untuk tetap menjaga kehamilan dan membiarkan bayiku lahir. Kata mereka bayi ini tak berdosa, dan aku yang memang harus belajar dari kesalahanku.
"Ayahnya belum datang, bu?" tanya seorang pasien lain yang juga baru saja melahirkan. Aku hanya tersenyum mendengarkan pertanyaan itu. Aku tak bisa menjawabnya. Dalam hatiku perih tak terbendung, dan sebenarnya aku ingin sekali menangis sekeras-kerasnya bila ada yang menanyakan perihal ayah anakku.
Aku menyesal, kenapa harus dipertemukan dengan mantanku. Dia telah menghancurkan hidupku...

Baca Selengkapnya ....

Kisah Cinta Segitiga Yang Mengharukan

Posted by blog Rabu, 20 Februari 2013 0 komentar
Kisah Cinta Mengharukan


Malam ini aku sebenarnya masih ingin bersama Kak Renosa terus. Tapi, ternyata mama menjemputku. Padahal tadinya Kak Renosa berniat mengajak aku pegi nonton konser setelah pulang dari pentas Pramuka. Terpaksa gagal acara nonton konser bersama Kak Renosa.
Tapi kenapa aku jadi kesal ya gara-gara acaraku dan Kak Renosa gagal? Nggak mungkin kan aku ada rasa sama Pembina Pramukaku itu. Apa mungkin karena tadi siang aku habis putus sama Putra, jadi aku ngrasa kesepian. Sehingga acara pergi bersama Kak Renosa aku anggap sebagai obat sakit hati. Ah biarlah. Besok perasaan ini pasti juga sudah hilang.

Baca Selengkapnya ....

Kisah Mengharukan | Sedih Sekali

Posted by blog 0 komentar
cerita cinta mengharukan

Andre dan Sherly adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga Sherly berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Andre hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.


Baca Selengkapnya ....

Cerita Cinta Mengharukan | Walau Mati Tetap Menikah

Posted by blog Selasa, 19 Februari 2013 0 komentar

"Sejak dulu beginilah cinta deritanya tiada akhir" demikian kata yang selalu diucapkan ci pat kay ketika derita cinta menyiksa hatinya, namun kayaknya kata tersebut tidaklah berlebihan untuk menggambarkan kisah yang akan kami ceritakan.

kisah cinta mengharukan

 


Baca Selengkapnya ....
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of cerita cinta mengharukan.